FTTH (Fiber to the Home) adalah arsitektur jaringan kabel optik yang menghubungkan pusat penyedia layanan (Central Office / Server Provider) langsung hingga ke rumah pelanggan dengan menggunakan media transmisi berupa serat optik penuh.
Diagram Arsitektur Jaringan FTTH End-to-End
Segmen A: Feeder Network
CO ke ODCMenghubungkan OLT di Central Office (CO) menuju Optical Distribution Cabinet (ODC). Memakai kabel feeder berkapasitas besar (biasanya 24 hingga 144 Core).
Segmen B: Distribution Network
ODC ke ODPKabel distribusi mendistribusikan sinyal dari ODC (yang telah terbagi oleh Passive Splitter 1:4 / 1:8) menuju ODP di tiang atau area pemukiman warga.
Segmen C: Drop Cable Network
ODP ke Roset / OTPJaringan penanggal yang menghubungkan ODP di tiang luar menuju OTP (Optical Termination Premise) / Roset di dinding luar atau dalam rumah pelanggan.
Segmen D: Indoor / Home Network
Roset ke ONTBagian jaringan dalam rumah yang menghubungkan Roset ke perangkat ONT (Optical Network Terminal) / Modem menggunakan Patch Cord indoor.
Peralatan, Jenis Kabel & Splicing Fiber Optic
Kumpulan alat kerja standar FTTH, klasifikasi jenis kabel fiber optik, serta langkah-langkah penyambungan kabel (Splicing).
Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik FTTH
Multi Core Feeder Cable
Kabel outdoor berkapasitas besar (24 - 144 Core) dengan pelindung kawat baja (Armored) untuk ditanam tanah (direct buried) atau saluran udara (aerial).
Distribution Cable
Kabel berkapasitas sedang (6 - 24 Core) yang mendistribusikan sinyal dari ODC ke ODP di sepanjang jalan pemukiman.
Drop Core Cable (1-2 Core)
Kabel pipih berisolasi hitam dengan kawat penguat (Messenger Wire) untuk menarik jalur dari ODP tiang ke rumah pelanggan.
Patch Cord & Pigtail
Patch Cord: Kabel pendek dengan konektor di kedua ujungnya. Pigtail: Kabel dengan konektor di 1 ujung, ujung lainnya disambung splicing.
Single Mode (SM) vs Multi Mode (MM)
Katalog Alat & Perangkat Kerja FTTH
Panduan Prosedur Splicing (Penyambungan Core)
Persiapan & Pengupasan Jaket Kabel
Kupas jaket pelindung luar kabel menggunakan Stripper/Stripping tool. Pisahkan tube warna serta bersihkan jelly pembersih kabel menggunakan alkohol 95% dan tisue bebas serat (lint-free wipes).
Pemasangan Protection Sleeve
Masukkan plastik pelindung sambungan (Protection Sleeve / Serobong) ke salah satu ujung core fiber sebelum dilakukan pemotongan presisi.
Pengupasan Cladding & Pemotongan dengan Cleaver
Kupas lapisan coating seluas 2-3 cm menggunakan Miller stripper. Bersihkan core dengan alkohol. Potong core secara tegak lurus (90 derajat) menggunakan Fiber Cleaver.
Proses Fusion Splicing di Mesin
Letakkan kedua ujung fiber pada V-groove mesin Fusion Splicer. Jalankan mode Auto Splice. Pastikan hasil leburan memiliki perkiraan loss < 0.03 dB.
Pemanasan Protection Sleeve & Penataan Splice Tray
Geser protection sleeve tepat di titik sambungan, lalu panaskan di heater Splicer. Setelah dingin, rapikan dan simpan kabel pada Splice Tray dengan memperhatikan benderadius minimum.
Standar Kode Warna Fiber Optik (TIA/EIA-598)
Standar internasional pengkodean warna untuk identifikasi Tube dan Core serat optik (12 Warna Dasar).
Interactive Fiber Tube & Core Finder (Core 1 - 144)
Masukkan nomor urut core kabel fiber optik untuk mengetahui warna Tube dan warna Core secara otomatis!
12 Warna Standar TIA/EIA-598
Perhitungan Nilai Redaman & Link Power Budget
Teori redaman (Attenuation), standar parameter rugi-rugi optik, rumus perhitungan, dan kalkulator praktis GPON FTTH.
Standard Loss Rates (Rugi Optik)
- Kabel SM ( Panjang gelombang 1310nm ) ~0.35 dB / km
- Kabel SM ( Panjang gelombang 1550nm ) ~0.20 dB / km
- Sambungan Fusion Splice 0.05 - 0.1 dB / sambungan
- Konektor (SC/UPC, SC/APC) 0.25 - 0.5 dB / konektor
- Target Terima RX ONT Normal -15 dBm s/d -25 dBm
- Batas Sensitivitas Maksimum RX ONT -28 dBm (Sensitivitas Limit)
Redaman Passive Splitter & Rumus
Loss Total (dB) = (Panjang Kabel × Loss Rate) + (Jml Splice × Loss Splice) + (Jml Konektor × Loss Connector) + Loss Splitter + Safety Margin
Rx Power (dBm) = Tx Power (dBm) - Loss Total (dB)